Mempunyai Nilai Budaya Yang Tinggi, Wardan : Grebek Suro Perlu Dilestarikan

  • Whatsapp

TRANSMEDIARIAU.COM- Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Riau HM Wardan di dampingi ibu Hj. Zulaikhah Wardan menghadiri event Grebek Suro dan kirab budaya dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah di Kecamatan Kempas, Senin (23/09/2019).

Kegiatan tersebut diadakan di halaman Kantor Lurah Kempas Jaya ini diisi dengan kegiatan Tabliq Akbar, gerebek Suro dan Kirab Budaya.

Bupati memberikan apresiasi atas kegiatan budaya dalam menyambut Tahun Baru Islam yang tetap dilestarikan masyarakat Jawa di Kelurahan Kempas Jaya, Kecamatan Kempas.

“Kegiatan seperti ini perlu dilestarikan,” ujar Bupati yang saat itu mengenakan pakaian adat Jawa.

Selain itu Bupati juga mengatakan, sudah sepantasnya seluruh masyarakat Inhil merasa bangga atas segala nilai seni dan kekayaan budaya yang dimiliki.

Kegiatan ini, merupakan seni budaya asli daerah, maupun seni budaya yang dibawa oleh masyarakat setempat, dari daerah asalnya. Budaya dan seni Islami seperti grebeg suro yang kita rangkai dengan istighosah ini, merupakan warisan leluhur yang penuh dengan nilai sejarah panjang hingga mampu menciptakan sebuah identitas khas bagi masyarakat jawa,” lanjutnya.

Ritual budaya ini merupakan warisan budaya yang sudah berproses secara turun-temurun yang patut untuk terus dilestarikan dan dijaga.

“Kegiatan ini sarat dengan nilai-nilai seni yang tercipta dari proses akulturasi budaya ratusan tahun lalu yang bersanding nilai-nilai keislaman, sehingga diharapkan seluruh lapisan masyarakat bisa memahami dan mengerti makna dan esensi dari budaya jawa secara komprehensif. Sehingga kedua pemahaman dan sudut pandang antara seni budaya dan nilai keagamaan bisa bersanding dengan pengertian dan pemahaman masing-masing,” tukas Bupati.

Sementara itu Ketua Paguyuban Masyarakat Jawa Indragiri Hilir (PAMAJI) Inhil, RM Sudinoto menyebutkan, masyarakat Jawa di Kecamatan Kempas memiliki budaya warisan leluhur saat menyambut peringatan bulan Muharram.

“Grebeg Suro ini merupakan tradisi rutin tiap tahun di Kecamatan Kempas dalam syukuran pada bulan Muharram,” ujar Sudinoto.

Kegiatan Grebeg Suro sempena Gema Muarram ini diisi dengan berbagai kegiatan seni dan budaya, diantaranya Tabligh Akbar, Maulid Habsyi, Shalawat Nariyah, Pawai Budaya dan pada malam harinya di lanjutkan dengan pergelaran wayang kulit.

Tampak kegiatan ini dihadiri oleh Pelindung/Pembina (PAMAJI) Hj. Zulaikhah Wardan, Kakan Kemenag Inhil, Kasdim Inhil, Kapolsek Kec. Kempas, Camat Kempas, serta tokoh dan masyarakat Jawa serta perwakilan etnis lainnya di Kecamatan Kempas. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *