Semarakkan 27 Ramadhan, Pemuda Batu Ampar Rohil akan Gelar Festival Meriam Buluh

  • Whatsapp

TRANSMEDIARIAU.COM – Banyak cara untuk memeriahkan dan menyemarakkan suasana dibulan suci yang penuh berkah ini,salah satunya seperti yang akan laksanakan oleh para pemuda Desa Batu Ampar Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir.

Para Pemuda di Desa Batu Ampar rencananya akan menggelar Festival Meriam Buluh,Festival tersebut digelar dalam rangka menyemarakan malam ke 27 Ramadhan sekaligus untuk melestarikan budaya tradisional permainan meriam buluh yang pada umumnya hanya dimainkan saat ramadhan dan saat ini mulai sirna.

Ketua panitia pelaksana tersebut mengatakan festival itu nantinya bertemakan ‘Mengangkat Batang yang Telah Lama Terendam’ dan akan dilaksanakan di lapangan futsal Kepengluan Batu Hampar setelah usai sholat teraweh dimalam ke 27 ramadhan.

“Mari kita ramaikan festival tradisional ini sebagai batu loncatan guna mengangkat kebudayaan melayu yang tetap eksis di Kampung Ayam Putih Pungguk,”ujar Muhammad Sabrani atau yang akrab disapa Rahmad Pantun.Rabu(23/5/2019).

Rahmad Pantun menjelaskan
bagi masyarakat yang ingin ikut andil dalam kegiatan festival meriam buluh tersebut bisa langsung mendaftarkan diri dengan menghubunginya langsung dengan ketentuan bagi orang dewasa hanya dimintai biaya pendaftaran sebesar Rp.10.000 dan bagi anak anak akan digratiskan untuk mengikuti festival tersebut serta membawa meriam serta membawa meriam smasing masing dari rumah.

” Persiapkan buluh yang paling bagus untuk dijadikan meriam agar suaranya terdengar kuat, kami panitia menyiapkan hadiah uang serta hadiah hiburan bagi para peserta yang menang di acara festival meriam buluh nantinya,”jelasnya

Ia berharap masyarakat nantinya banyak ikut berpartisipasi untuk menyemarakkan festival tersebut agar budaya meriam buluh terus menggema pada tiap ramadhan.

” Mohon doanya agar festival yang akan dilaksanakan ini nantinya berjalan lancar dan semoga kedepan festival ini bisa terus dilaksanakan agar budaya meriam buluh tidak sirna dikikis oleh zaman,”pungkasnya.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *